Pers Era Timeline

Pers era timeline masa kini

Merchandise Online Shop

Merchandise online shop ala mahasiswa Unnes

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 November 2014

Suka Berdebat



Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, peribahasa ini mungkin tepat untuk Haekal Muhammad yang suka berdebat bahasa Inggris. Ibunya yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris, membuat dirinya mulai menyukai bahasa resmi internasional tersebut sejak SD.
Kesukaannya dengan bahasa Inggris, membuat Haekal, sapaan akrabnya, aktif mengikuti ekstrakurikuler debat bahasa Inggris sejak kelas satu SMA. Bahkan, cowok kelahiran 23 Januari 1995 ini pernah meraih juara tiga lomba debat bahasa Inggris SMA tingkat kota Banda Aceh.
Saat ini bahasa Inggris memang penting, namun menurut Haekal, debat bahasa Inggris merupakan hal yang berbeda dengan bahasa inggris yang didapatkan di kelas pada umumnya.
“Debat itu lebih komplit, nggak cuma belajar teori dan ngomong bahasa Inggris, tapi disitu aku diajarin buat belajar mendengar atau merespon orang lain, tapi yang paling penting, aku dituntut untuk berpikir lebih kritis dan berpikir cepat untuk ngerespon omongan lawan debat,” ujarnya.
Kesibukan Haekal di bangku kuliah, nggak membuat aktivitas debatnya berkurang. Bahkan cowok asal Banda Aceh ini menjadi salah satu pendiri Unit Kegiatan Kemahasiswaan (UKK) Social and Political Science English Study Club (Species) di Fakultasnya. Selain itu, berkat kemahirannya berdebat, dirinya berhasil meraih juara satu National University Debating Championship (NUDC) Kopertis Jawa Tengah Tahun 2014.
“Gak nyangka bisa jadi juara, tapi ini kan tingkat provinsi, masih ada tingkat nasional. Seneng banget, tapi masih merasa belum puas, jadi masih harus banyak belajar,” kata Haekal dengan bangga.
Jarang pulang ke rumah
Kesibukannya di dunia debat, membuat Haekal jarang pulang ke kampung halamannya di Banda Aceh, karena biasanya kompetisi debat diadakan pada libur semester.
“Kadang saat libur panjang aku nggak pulang, karena diharusin latihan buat ikut kompetisi debat ngewakilin Undip, jadinya debat menjadi prioritasku dan nggak boleh manja ngejalaninnya,” tuturnya.
Selain pernah mengikuti berbagai kompetisi, Haekal juga pernah menjadi peserta Model United Nations (MUN) yang merupakan sidang simulasi PBB. Dimana para peserta berdiskusi mengikuti prosedur sidang PBB, mewakili suatu negara, dan membahas suatu tema seolah-olah berada di sidang PBB sebenarnya.
 “Disitu aku jadi delegasi dari Negara Syria,” ujar cowok yang saat ini menjabat sebagai President Undip Debating Forum itu.
Nggak mudah untuk mahir berdebat, awalnya Haekal pun mengalami kesulitan menjawab pertanyaan seseorang yang menggunakan bahasa Inggris.
“Awal belajar debat rasanya susah banget, nggak tau sama sekali harus ngejawab apa, kadang tau harus jawab apa tapi nggak bisa ngomongnya, terus sering juga ngeblank.”
Terus belajar, rutin berlatih, dan membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari merupakan kunci bagi Haekal untuk menjadi pendebat yang handal.

Menjadi Desainer Merchandise Online Shop




Angan-angan yang terwujud. Yap! Ungkapan yang cocok untuk Haidi Shabrina, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus yang hobi gambar dari usia TK. Suka melihat barang-barang dengan desain gambar yang lucu-lucu, memunculkan angan-angan Haidi untuk dapat memamerkan desainnya pada suatu produk.
“Memang dari dulu suka cari dan lihat barang dengan desain lucu-lucu, rasanya ingin suatu saat desainku yang dicetak di barang-barang itu,” ungkap Haidi.
Dari dua tahun yang lalu Haidi mulai mencari cara mewujudkan angan-angannya. Awalnya Haidi berpikir menjual desain kepada produsen barang adalah hal yang ribet karena prosedur yang panjang. Kemudian, Haidi mencari cara lebih praktis untuk dapat menjual desainnya kepada produsen melalui internet dan Haidi sangat senang sekali ketika mendapatkan informasi mengenai situs society6.com.
Society6.com merupakan salah satu situs online shop yang memfasilitasi penggiat desain seluruh dunia untuk menjual desainnnya, yang kemudian dicetak bersama dengan produk jam, handphone, kaos dan merchandise lainnya.  Situs inilah yang pertama dikunjungi Haidi.
Cukup dengan tekun membuat desain gambar di atas kertas, memindainya ke komputer, dan diedit menggunakan photoshop atau adobe illustrator. Selanjutnya, Haidi  mengaplikasikan desain ke dalam pola produk yang sudah ditentukan oleh situs online shop. Setelah selesai pengeditan, file diunggah dan siap dijual di situs online shop tersebut.
 “Setelah itu aku hanya menunggu royalti kalau desainku sudah terbeli. Di society6.com besar royalti ditentukan oleh desainer sendiri, jadi aku yang menentukan berapa dollar yang bisa aku terima dari satu desain. Cara begini lebih praktis untuk para desainer,” ungkap cewek kelahiran Semarang yang sempat menunggu desainnya terjual di society6.com selama setahun.
Saat ini ada tujuh situs online shop yang dirambah Haidi. Satu desain yang dibuatnya bisa untuk hampir tujuh situs online shop. Berbagai situs online yang dirambahnya, redbubble.com, zazzle.com, dan society6.com adalah tiga situs online shop yang paling banyak mendatangkan pelanggan. 
“Usaha desainku di online shop termasuk masih baru jadi bisa dibilang masih receh yang bisa aku kumpulkan, sekitar 20 dollar dari satu situs online shop,” ungkap Haidi dengan rendah hati saat ditemui di rumahnya, “Tapi, setiap online shop ini punya ketentuan beda-beda mengenai royalti,” tambah Haidi yang sempat menjadi illustrator buku anak sebelum fokus pada usaha desainnya di online shop.
“Selama setahun ini sudah ada ratusan gambar yang aku buat untuk desain produk online shop, kalau gambar dari kecil sudah ada ribuan,” ungkap cewek alumnus SMA Negeri 3 yang mengaku proses pengunggahan adalah proses yang lebih membutuhkan waktu lama, karena pada proses tersebut desainer harus memperhatikan judul, deskripsi produk, dan kata kunci pencarian agar memiliki peringkat yang tinggi di google.     
Bagi anak pertama dari dua bersaudara ini, sabar dan rajin adalah prinsip dasar untuk berkarir sebagai freelance designer online shop. “Kalau mau dapat keuntungan yang banyak, otomatis harus banyak memproduksi desain dan semakin memperhatikan search engine optimization atau optimisasi mesin pencari saat proses pengunggahan berlangsung,” papar Haidi yang saat ini sedang mempelajari permintaan desain pasar internasional.
“Usaha ini sangat menjanjikan untuk ditekuni dan aku punya target jangka panjang untuk ngebuat situs online shop pribadi,” tandasnya.