Sabtu, 29 November 2014

Menjadi Desainer Merchandise Online Shop




Angan-angan yang terwujud. Yap! Ungkapan yang cocok untuk Haidi Shabrina, mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus yang hobi gambar dari usia TK. Suka melihat barang-barang dengan desain gambar yang lucu-lucu, memunculkan angan-angan Haidi untuk dapat memamerkan desainnya pada suatu produk.
“Memang dari dulu suka cari dan lihat barang dengan desain lucu-lucu, rasanya ingin suatu saat desainku yang dicetak di barang-barang itu,” ungkap Haidi.
Dari dua tahun yang lalu Haidi mulai mencari cara mewujudkan angan-angannya. Awalnya Haidi berpikir menjual desain kepada produsen barang adalah hal yang ribet karena prosedur yang panjang. Kemudian, Haidi mencari cara lebih praktis untuk dapat menjual desainnya kepada produsen melalui internet dan Haidi sangat senang sekali ketika mendapatkan informasi mengenai situs society6.com.
Society6.com merupakan salah satu situs online shop yang memfasilitasi penggiat desain seluruh dunia untuk menjual desainnnya, yang kemudian dicetak bersama dengan produk jam, handphone, kaos dan merchandise lainnya.  Situs inilah yang pertama dikunjungi Haidi.
Cukup dengan tekun membuat desain gambar di atas kertas, memindainya ke komputer, dan diedit menggunakan photoshop atau adobe illustrator. Selanjutnya, Haidi  mengaplikasikan desain ke dalam pola produk yang sudah ditentukan oleh situs online shop. Setelah selesai pengeditan, file diunggah dan siap dijual di situs online shop tersebut.
 “Setelah itu aku hanya menunggu royalti kalau desainku sudah terbeli. Di society6.com besar royalti ditentukan oleh desainer sendiri, jadi aku yang menentukan berapa dollar yang bisa aku terima dari satu desain. Cara begini lebih praktis untuk para desainer,” ungkap cewek kelahiran Semarang yang sempat menunggu desainnya terjual di society6.com selama setahun.
Saat ini ada tujuh situs online shop yang dirambah Haidi. Satu desain yang dibuatnya bisa untuk hampir tujuh situs online shop. Berbagai situs online yang dirambahnya, redbubble.com, zazzle.com, dan society6.com adalah tiga situs online shop yang paling banyak mendatangkan pelanggan. 
“Usaha desainku di online shop termasuk masih baru jadi bisa dibilang masih receh yang bisa aku kumpulkan, sekitar 20 dollar dari satu situs online shop,” ungkap Haidi dengan rendah hati saat ditemui di rumahnya, “Tapi, setiap online shop ini punya ketentuan beda-beda mengenai royalti,” tambah Haidi yang sempat menjadi illustrator buku anak sebelum fokus pada usaha desainnya di online shop.
“Selama setahun ini sudah ada ratusan gambar yang aku buat untuk desain produk online shop, kalau gambar dari kecil sudah ada ribuan,” ungkap cewek alumnus SMA Negeri 3 yang mengaku proses pengunggahan adalah proses yang lebih membutuhkan waktu lama, karena pada proses tersebut desainer harus memperhatikan judul, deskripsi produk, dan kata kunci pencarian agar memiliki peringkat yang tinggi di google.     
Bagi anak pertama dari dua bersaudara ini, sabar dan rajin adalah prinsip dasar untuk berkarir sebagai freelance designer online shop. “Kalau mau dapat keuntungan yang banyak, otomatis harus banyak memproduksi desain dan semakin memperhatikan search engine optimization atau optimisasi mesin pencari saat proses pengunggahan berlangsung,” papar Haidi yang saat ini sedang mempelajari permintaan desain pasar internasional.
“Usaha ini sangat menjanjikan untuk ditekuni dan aku punya target jangka panjang untuk ngebuat situs online shop pribadi,” tandasnya. 


0 komentar:

Posting Komentar