Angan-angan yang
terwujud. Yap! Ungkapan yang cocok untuk Haidi Shabrina, mahasiswa jurusan
Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus
yang hobi gambar dari usia TK. Suka melihat barang-barang dengan desain gambar
yang lucu-lucu, memunculkan angan-angan Haidi untuk dapat memamerkan desainnya
pada suatu produk.
“Memang
dari dulu suka cari dan lihat barang dengan desain lucu-lucu, rasanya ingin
suatu saat desainku yang dicetak di barang-barang itu,” ungkap Haidi.
Dari
dua tahun yang lalu Haidi mulai mencari cara mewujudkan angan-angannya. Awalnya
Haidi berpikir menjual desain kepada produsen barang adalah hal yang ribet
karena prosedur yang panjang. Kemudian, Haidi mencari cara lebih praktis untuk
dapat menjual desainnya kepada produsen melalui internet dan Haidi sangat
senang sekali ketika mendapatkan informasi mengenai situs society6.com.
Society6.com
merupakan salah satu situs
online shop yang
memfasilitasi penggiat desain seluruh
dunia untuk menjual desainnnya, yang kemudian dicetak bersama dengan produk
jam, handphone, kaos dan merchandise
lainnya. Situs inilah yang pertama dikunjungi Haidi.
Cukup
dengan tekun membuat desain gambar di atas kertas, memindainya ke komputer, dan diedit menggunakan
photoshop atau adobe illustrator. Selanjutnya,
Haidi mengaplikasikan desain ke dalam pola produk
yang sudah ditentukan oleh situs online shop. Setelah selesai pengeditan, file
diunggah dan siap dijual di situs online shop tersebut.
“Setelah itu aku hanya menunggu royalti kalau desainku sudah
terbeli. Di society6.com besar royalti ditentukan oleh desainer sendiri, jadi aku yang menentukan berapa
dollar yang bisa aku terima dari satu desain. Cara begini lebih praktis untuk para desainer,” ungkap cewek kelahiran
Semarang yang sempat menunggu desainnya terjual di society6.com selama setahun.
Saat ini ada tujuh situs online shop yang
dirambah Haidi. Satu desain yang dibuatnya bisa untuk hampir tujuh situs online shop.
Berbagai situs online yang dirambahnya, redbubble.com, zazzle.com, dan
society6.com adalah tiga situs online shop yang paling banyak mendatangkan
pelanggan.
“Usaha
desainku di online shop termasuk masih baru jadi bisa dibilang masih receh yang
bisa aku kumpulkan, sekitar 20 dollar dari satu situs online shop,” ungkap
Haidi dengan rendah hati saat ditemui di rumahnya, “Tapi, setiap online shop
ini punya ketentuan beda-beda mengenai royalti,” tambah Haidi yang sempat
menjadi illustrator buku anak sebelum fokus pada usaha desainnya di online
shop.
“Selama
setahun ini sudah ada ratusan gambar yang aku buat untuk desain produk online
shop, kalau gambar dari kecil sudah ada ribuan,” ungkap cewek alumnus SMA
Negeri 3 yang mengaku proses pengunggahan adalah proses yang lebih membutuhkan
waktu lama, karena pada proses tersebut desainer harus memperhatikan judul,
deskripsi produk, dan kata kunci pencarian agar
memiliki peringkat yang tinggi di google.
Bagi
anak pertama dari dua bersaudara ini, sabar dan rajin adalah prinsip dasar
untuk berkarir sebagai freelance designer
online shop. “Kalau mau dapat keuntungan yang banyak, otomatis harus banyak
memproduksi desain dan semakin memperhatikan search engine optimization atau optimisasi
mesin pencari saat proses pengunggahan
berlangsung,” papar Haidi yang saat ini sedang mempelajari permintaan desain pasar
internasional.
“Usaha
ini sangat menjanjikan untuk
ditekuni dan aku
punya target jangka panjang
untuk ngebuat
situs online shop pribadi,” tandasnya.







0 komentar:
Posting Komentar